Saturday, November 17, 2018

WISUDA BERSAMA STMIK & STIT PRINGSEWU 2018

IMG-20180929-001
STMIK PRINGSEWU – Sabtu (29/9), penyelenggaraan acara wisuda STMIK Pringsewu dan STIT Pringsewu berjalan lancar dan sukses. Wisuda tersebut merupakan wisuda ke-19 yang dilaksanakan oleh STMIK Pringsewu dan wisuda ke-4 STIT Pringsewu. Acara wisuda STMIK Pringsewu program studi S1 Sistem Informasi diikuti oleh 232 orang wisudawan/i, D3 Manajemen Informatika diikuti 74 orang wisudawan/i, sedangkan jumlah wisudawan dari STIT Pringsewu sebanyak 81 orang wisudawan/i, mereka merupakan Sarjana Pendidikan Islam dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam.
Perhelatan tersebut dilaksanakan secara bersamaan di GOR Kabupaten Pringsewu. Perhelatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Dr. Fauzi, Kepala Seksi Akademik dan Kemahasiswaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah 2 (Rustinah HR, S.E., M.Si) , Ketua MUI, Polres, Kodim.
Wakil Bupati Pringsewu Dr.Hi.Fauzi, dalam sambutannya mengucapkan selamat untuk seluruh wisudawan, sekaligus berharap ilmu yang telah didapatkan selama di bangku kuliah dapat bermanfaat dan dapat teraktualisasikan di tengah kehidupan masyarakat.(*na)

STMIK PRINGSEWU GELAR PEMOTONGAN HEWAN QURBAN 1439 H

IMG-20082018-001
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ
Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd. (artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji bagi-Nya).
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).” (Qs. Al Kautsar: 2)
STMIK PRINGSEWU – Hari Kamis besok, (23/8), Mahasiswa/i STMIK Pringsewu akan melakukan pemotongan hewan qurban di halaman Kampus STMIK Pringsewu. Qurban tersebut akan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu agar sama-sama dapat merasakan kebahagian pada hari raya idul adha 1439 H.
Dengan kegiatan ini diharapkan seluruh mahasiswa STMIK Pringsewu dapat mengambil hikmah dari proses pemotongan hewan qurban. Bagi mereka yang memahami semangat ajaran islam, utamanya adalah qurban, maka di dalam ibadah ini terdapat nilai-nilai pendidikan yang amat tinggi. Sebenarnya yang dipentingkan dalam ibadah ini memang bukan penyembelihannya, tetapi makna di balik penyembelihan itulah yang lebih diutamakan.
Lewat qurban ini agar kita menghilangkan sifat egoistis, kita harus membuang jauh-jauh sifat ini, Qurban adalah latihan agar umat islam membiasakan diri memperhatikan orang lain, menghilangkan SIFAT KIKIR dan PELIT, dengan membagi-bagikan sebagian rezeki yang dikaruniakan kepadanya., Karena itu qurban tidak cukup dilakukan sekali seumur hidup. Setiap kali kita menjumpai tanggal 10 Dzulhijjah ditambah 3 hari Tasyri’ sedang kita dikaruniai kelapangan rezeki, maka kita laksanakan perintah qurban ini. Jika tidak, Rasulullah SAW memberikan peringatan keras kepada kita dalam sebuah sabdanya: “barang siapa yang mempunyai kelapangan untuk berqurban tapi tidak melaksanakannya, maka janganlah dia dekat-dekat tempat kami sholat”.
Rasulullah SAW tidak hanya memberi ancaman kepada umatnya yang enggan melaksanakan kurban, tetapi juga memberikan semangat dan rangsangan agar umatnya dengan sukacita melaksanakan perintah ini. Sabdanya lagi, “Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahar yang disukai Alloh selain daripada menyembelih qurban. Qurban-qurban itu akan datang kepada orang-orang yang melakukannyapada hari kiamat seperti keadaannya semula, yaitu lengkap dengan anggotanya, tulangnya, tanduknya dan bulunya. darah qurban itu terlebih dahulu jatuh ke suatu tempat yang disediakan Tuhan sebelum jatuh ke atas tanah. Oleh Sebab itu, berqurbanlah dengan senang hati” (Hadits riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah dari A’isyah)
Hikmah ibadah qurban tidak akan pernah hilang dimakan waktu. Dengan ibadah qurban tersebut dapat dijalin taqarrub ila Allah yaitu mendekat diri kepada Allah SWT.
Shalat hari raya termasuk khususiat atau keistimewaan bagi umat Islam seperti juga shalat istisqa’ (minta hujan) dan kusuf (gerhana matahari). Di antara dua shalat hari raya itu maka shalat Idul Adha lebih afdal dari shalat Idulfitri karena terdapat nas Al-Quran QS. (Al-Kautsar : 2) – “Oleh itu, kerjakanlah shalat (Idul Adha) karena Tuhanmu semata-mata, dan sembelihlah qurban (sebagai bersyukur).” Ibadah yang dituntut pada Idul Adha bukan sebatas ibadah jasadi yaitu shalat tetapi juga ibadah yang melibatkan pengorbanan harta yaitu melakukan penyembelihan hewan qurban yang sunat muakkad bagi umat Islam dan makruh meninggalkan oleh orang yang mampu.
Rasulullah SAW : “Siapa yang mempunyai kemampuan untuk berqurban tetapi tidak berqurban, maka jangan hadir di tempat shalat kami.” Semoga saja bagi yang melakukan qurban di hari tersebut diampunkan dosanya dan ahli rumahnya pada titik pertama darah sembelihan qurban tertumpah ke tanah. Berqurban adalah bukti taqwa dan tawakkal kepada Allah SWT, yang akan menumbuhkan semangat hidup tidak pernah mengenal putus asa dari lindungan Allah SWT.
Di dalam syariat yang dibawa oleh Rasulullah SAW, perintah dan larangan selalu ada dan terus berjalan kepada setiap hamba selama ruh masih bersama jasadnya. Dan selama itu pula manusia dapat menambah kedekatannya kepada Allah SWT dengan melakukan perintah-perintah syariat yang mulia. Baik yang berupa kewajiban maupun yang sunnah.
Setiap perintah Allah SWT sudah disesuaikan dengan kadar kemampuan dan kesanggupan hambaNya (QS. Al-Baqarah : 286). Begitu pula setiap apa yang diperintahkanNya itu pasti mengandung makna dan hikmah di dalamnya. Seperti ibadah shalat, zakat, puasa, ibadah haji, dan juga ibadah qurban. Kadang kala kita sebagai makhlukNya tidak mengetahui dan menyadari akan hikmah tersebut. Bahkan cenderung menganggapnya sebagai beban yang memberatkan, terlebih pada perintah ibadah yang mengharuskan kita untuk mengeluarkan harta seperti halnya ibadah qurban, padahal begitu besar keutamaan dan hikmah dibalik ibadah qurban.
Alangkah ruginya manusia jika di dunia hanya beribadah yang wajib saja atau dengan kata lain setelah bermuamalah dia kembali modal, tidak mendapat keuntungan sedikitpun. Maka ibadah sunnah ini hendaknya kita kejar, kita amalkan, sebab itulah bukti kesetiaan kita dalam mengikuti dan mencintai Rasulullah SAW, beliau bersabda : “Barang siapa menghidupkan sunnahku, maka dia telah mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku, maka kelak akan berkumpul bersamaku di surga“. (HR. As Sijizi dari Anas bin Malik, lihat Al Jami’ush Shoghir)
Bahkan dalam hadits qudsi Allah menyatakan bahwa Dia sangat cinta kepada hamba yang suka menjalankan amal-amal sunnah, sehingga manakala Dia telah mencintai hamba tersebut, Dia akan menjaga matanya, pendengarannya, tangan dan kakinya. Semua anggota tubuhnya akan terjaga dari maksiat dan pelanggaran. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al Bukhori dari Abu Hurairah RA.
Dari sekian banyak sunnah yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah melakukan ibadah qurban. Kesunnahan berqurban ini adalah sunnah muakkadah, artinya kesunnahan yang sangat ditekankan dan dianjurkan.
Sebagaimana diriwayatkan oleh imam Muslim dalam Shohihnya dari Anas bin Malik, beliau berkata “Rasulullah saw berudhiyah (berkurban) dengan dua kambing putih dan bertanduk, beliau menyembelih dengan tangan beliau sendiri yang mulia, beliau mengawali (penyembelihan itu) dengan basmalah kemudian bertakbir …”
HIKMAH YANG BISA KITA AMBIL DARI IBADAH QURBAN
Ibadah Kurban memiliki pesan moral yang sangat dalam. Seperti pesan yang terkandung dalam makna bahasanya. Qurb atau qurbân berarti “dekat” dengan imbuhan ân (alif dan nun) yang mengandung arti “kesempurnaan”, sehingga qurbân yang diindonesiakan dengan “kurban” berarti “kedekatan yang sempurna”. Kata Qurbân berulang tiga kali dalam al-Qur’an, yaitu pada QS.Ali Imran/3: 183, al-Ma’idah/5: 27, dan al-Ahqaf/46: 28.
Pertama, sebagai bukti nyata ekspresi syukur, “Supaya mereka menyebut nama Allah atas apa yang Allah karuniakan kepada mereka berupa binatang ternak….” (QS. 22:34);
Kedua, bukti sebagai hamba bertaqwa, “Daging daging qurban dan darahnya itu sekali kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwaanmulah yang dapat mencapainya…” (QS. 22:37);
Ketiga, terakuinya sebagai umat Rasulullah SAW, “Barang siapa yang mempunyai keluasan (harta) dan tidak mau berqurban, maka janganlah mendekati tempat shalat kami !” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Al Hakim, Ad Daruquthni dan Al Baihaqi);
Keempat, meraih ampunan dosa, ”Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa dosa yang kamu lakukan…” (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi);
Kelima, pahala yang sangat besar, “Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan,” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah);
Keenam, mendapat kesaksian yang indah dari hewan Qurban kita kelak, “Sesungguhnya ia (hewan qurban) akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku dan bulunya. Dan sesungguhnya darah hewan qurban akan jatuh pada sebuah tempat di dekat Allah sebelum darah mengalir menyentuh tanah. Maka berbahagialah jiwa dengannya”. (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim).
Demikian besar keutamaan ibadah kurban, Semoga Allah SWT memberikan keluasan rejeki kepada kita semua untuk memenuhinya dan menerima amal ibadah qurban kita. Amin yra.
Beruntunglah bagi orang bertakwa, Berbahagia orang yang bertawakkal kepada Allah SWT, Hidup didunia diperlukan sikap teguh pantang menyerah, setiap insan Muslim selalu hidup dalam sikap optimis dengan taqwa yang benar kepada Allah SWT dan senantiasa berserah diri kepada Allah SWT. (*na)

Friday, November 16, 2018

PEMBEKALAN KKN

STMIK PRINGSEWU  - Sebanyak 210 mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pringsewuevis pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Aula STMIK Pringsewu, Rabu (18/7).
SUDEWI
Sudewi selaku Ketua Badan Pelaksana KKN STMIK Pringsewu mengatakan, dari 210 siswa yang terbagi atas 3 Kecamatan (Gading Rejo, Ambarawa, Pardasuka) dan dari 3 kecamatan 210 siswa akan ditempatkan pada 20 Pekon di Kabupaten Pringsewu. Tujuan dari pembekalan KKN adalah memberikan wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan teknik untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan bersama KKN dalam berbagai kegiatan dan pembuatan laporan dengan pembuatan Laporan, dan mahasiswa yang siap dalam program kerja Nyata.
KKN kali ini bertema “Pemberdayaan Masyarakat Pekon Melalui Implementasi Teknologi Informasi untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Membangun Sinergi dengan Pemerintah Daerah”.
Sudewi menambahkan, mengisi Teknologi Informasi dan salah satu cara untuk meningkatkan sosial ekonomi masyarakat. Teknologi informasi yang diperlukan oleh semua masyarakat. Teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah data, memproses, mengumpulkan, menyimpan dan memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas.
Informasi bermanfaat dapat digunakan sebagai salah satu indikator kemiskinan. Kesingkat informasi menunjukkan ketidakmampuan mengakses dan menggunakan informasi yang akan berdampak pada kesejahteraan seseorang. Oleh karen itu Pemberdayaan masyarakat dalam bidang informasi merupakan hal yang penting, karena teknologi informasi merupakan salah satu aspek yang dapat mendorong tercapainya masyarakat pekon. Sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025, masyarakat informasi Indonesia diproyeksikan terluas pada periode jangka menengah, yaitu tahun 2015-2019. Penetapan sasaran ini dilakukan pada kemampuan untuk mendapatkan, mengolah,dan memanfaatkan informasi yang diciptakan untuk tidak hanya untuk meningkatkan ekonomi dan daya, tetapi juga untuk peningkatan dan kualitas hidup masyarakat. ( * na )

BEM STMIK GALANG BANTUAN LOMBOK

IMG-20180824-0024
STMIK PRINGSEWU  - Jum'at (24/8), BEM STMIK Pringsewu menyerahkan bantuan untuk korban gempa di Lombok melalui Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu, batu belakang hari pukul 10.00 dan dihitung oleh Hartadi, S. Sos.
Prianti Presiden Mahasiswa STMIK Pringsewu mengatakan, kepedulian terhadap orang tertimpa musibah adalah salah satu hal yang penting untuk menunjukkan karakter ahklak mulia. Bantuan untuk orang-orang yang mungkin di Lombok melalui Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu adalah pakaian layak pakai sebanyak 8 Kardus besar dan 3 karung besar yang dihimpun beberapa hari yang lalu.
Prianti menambahkan, setiap individu selayaknya memiliki rasa peduli terhadap sesama, dimana hal tersebut dapat memberikan berbagai manfaat yang berbeda dalam masyarakat. Selain itu, kepedulian sesama juga menciptakan rasa kebersamaan yang terbangun, ucapnya.
IMG-20180824-0021
Sementara Nur Aminudin selaku Wakil Ketua III STMIK Pringsewu mengatakan, setiap siswa, juga yang bersekolah pendidikan adalah yang paling bisa diandalkan untuk mewujudkan cita-cita pencerahan kehidupan bangsa kita di masa depan. Mahasiswa sangat potensial untuk menangani bencana alam di Indonesia. Dengan bekal akademik dan pamor mahasiswa yang terbukti paling peduli terhadap negara, cukuplah menjadi modal bagi yang aktif menanggulangi bencana-bencana di Indonesia.
Dibaliknya adalah sebuah ladang amal shalih yang sangat luas bagi masyarakat yang tidak terkena bencana. Saatnya membangunkan orang-orang yang berkebutuhan khusus, makanan , minuman, obat-obatan, air bersih, pakaian, selimut, tenda, dan banyak hal-hal yang lain yang digunakan oleh penduduk yang terkena bencana.
Di Sini Allah SWT akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan ketanggapan kita dalam menolong saudara kita yang sedang kesusahan. (* na) 
Allah SWT berfirman:
وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan kerjakanlah amal hemat agar kalian beruntung!” (QS. Al-
Transformasi Logo STMIK PRINGSEWU
Logo baru STMIK Pringsewu  yang merupakan distilasi dari materi yang diolah tidak hanya menjadi sebuah logo yang indah, tetapi memiliki makna yang mendalam, dan dapat berubah dari STMIK Pringsewu untuk terus maju dan berkembang.
TRANSFORMASI LOGO
New_Logo
1Lima kelopak bunga berbingkai putih dan lambang pancasila, merupakan azas negara yang menjadi pedoman bagi sivitas akademika STMIK PRINGSEWU yang mengarahkan pada kepentingan Negara, Bangsa dan Agama.
2Warna biru sejati ruang terbuka, inspirasi dan inspirasi, diharapkan seluruh civitas akademika STMIK PRINGSEWU memiliki pemikiran terbuka, inspirasi dan menjadi inspirasi banyak orang.
3Warna kuning kreatif, kreatif, olah pikir dan optimis, diharapkan STMIK PRINGSEWU menghasilkan output yang memiliki kecerdasan, kreatif, olah pikir dan optimis.
4Tombak Segitiga Tridharma Perguruan Tinggi (Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian), dan Menggabungkan Bilangan 3 (Tiga) sebagai Bulan Berdirinya STMIK PRINGSEWU.
5Lingkaran materi bergerak dinamis, memiliki kecepatan, berkualitas dan dapat diandalkan, diharapkan STMIK PRINGSEWU menjadi kampus yang bergerak dinamis, berkualitas dan dapat diandalkan.
6Siger kebenaran ciri khas daerah lampung, saksi STMIK PRINGSEWU berlokasi di kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung.
7Komputer nyata STMIK PRINGSEWU adalah Perguruan Tinggi berdasarkan Teknologi Informasi dan Rangking Sarjana yang ahli dibidang Teknologi Informasi. Lingkaran Kuning dan Merah makna kecerdasan dan keberanian.

TIGA TIM MAHASISWA STMIK PRINGSEWU MENGIKUTI LOMBA TTG 2018

TIM-1

BEM STMIK PRINGSEWU - Senin (9/4), Mahasiswa STMIK Pringsewu yang terdiri dari tiga sesi penggunaan teknologi tepat guna tahun 2018 yang diselenggarakan di hotel Regency, Gadingrejo Pringsewu. Tim 1 terdiri dari Deni Sswanto, Ibnu Hajar, Renita Fitri Andriyanti, teknologi tepat guna yang menciptakan "Alat Pemberian Pakan Lele Otomatis", Tim 2 terdiri dari Wahyu Nuswantoro Aji, Arbi Maulana, Riza Imam Az'ari, teknologi tepat guna yang diciptakan " Orang2an Sawah Otomatis ”, Tim 3 terdiri dari Adi Kiswanto, Yefando Aljaya, Raka Galinggis, teknologi tepat guna yang menciptakan“ Alat Penyiram Tanaman Otomatis ”. TIM itu didampingi dosen pendamping Sri Ipnuwati, M.Kom., Dan Doni Muda P, MTI


Kegiatan tersebut untuk penelitian dan pengembangan. Penerapan yang sesuai dalam rangka mengembangkan pengetahuan praktis dan inovasi pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang sudah ada.
TIM-3
Dalam proses atau proses produksi mahasiswa STMIK Pringsewu menghasilkan nilai-nilai untuk pemenuhan kebutuhan, rasio dan peningkatan kualitas kehidupan manusia, dan yang pasti tekhnologi tepat guna yang dibuat mahasiswa STMIK Pringsewu sesuai dengan kebutuhan manusia.

BPK

Dr. H. Fauzi Wakil Bupati Kabupaten Pringsewu membuka kegiatan lomba teknologi tepat guna tahun 2018. Lomba yang digelar di Hotel Kabupaten Pringsewu ini diikuti sebanyak 31 peserta, baik dari Kabupaten Pringsewu maupun dari beberapa kabupaten dan kota se Provinsi Lampung, dengan kategori 18 peserta umum dan 13 peserta pelajar.
Sementara tim juri berasal dari Polinela Lampung, Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, STMIK Pringsewu, dan pendamping desa Kabupaten Pringsewu. Dalam pembukaan itu tampak hadir, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pringsewu lr.Hi.Junaidi Hasyim, Kepala Bappeda Kabupaten Pringsewu Relawan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu Drs.Hi.Tri Prawoto, serta jajaran Pemkab Pringsewu lainnnya.
Dr. H. Fauzi dalam sambutannya memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang memberikan hasil, yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pringsewu, yang telah menyelenggarakan kegiatan-kegiatan teknologi tepat guna, sebagai upaya dalam rangka menumbuh kembangkan dan mendorong pabrikan, memberikan fasilitas kepada para peneliti , pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum.
Ia akan menggunakan teknologi baru atau teknologi terapan yang dapat mengembangkan lebih lanjut guna meningkatkan masyarakat itu sendiri.
Lebih lanjut katakan Fauzi, teknologi tepat guna menjadi sebuah teknologi yang diciptakan untuk lebih meningkatkan dan menjadikan manusia lebih mudah dan lancar, yang dapat meningkatkan nilai ekonomi.
Ia menambahkan, dalam konteks masyarakat global, produk-produk teknologi terapan kita masih sangat tertinggal, masyarakat niscaya dapat dipacu agar dapat lebih kreatif dan inovatif, layaknya melenakan teknologi tepat guna. * na )